Rabu, 09 April 2014

Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi. Anekdot merupakan jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi.

Tujuan utama anekdot tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya (Kritik dan saran).

Teks anekdot pada umumnya terdiri dari 5 struktur. 5 struktur itu antara lain abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
  • Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
  • Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
  • Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
  • Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
  • Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
Contoh Anekdot:
Suatu ketika masuklah waktu Ashar, di sebuah masjid masih lengang, masuklah seorang anak muda, ia langsung menuju dekat mimbar, dengan cekatan ia mengambil mic dan menghidupkan sound, selanjutnya ia mulai mengumandangkan adzan, suaranya terdengar di seluruh kampung. Tapi aduh, tiba-tiba ia menemui kesulitan, yaitu tatkala ia mengalami kesalahan terhadap apa yang dikumandangkannya, semestinya mengumandangkan ‘hayya ‘alashshalah….’, tapi ia mengumandangkan ‘hayya ,alalfalah….’. Saat itu ia tertegun sejenak, sebab ia segera tersadar akan kesalahannya itu, oleh sebab itu ia kebingunagan, akan diteruskan tidak mungkin, akan dihentikannyapun tidak mungkin, demikian pikirnya. Di saat kebingungan itu mic diletakkan pelan-pelan, maunya sih segera keluar aja, tapi saat itu pula ia punya ide lain, maka mic yang sudah diletakkan tadi langsung disambarnya lagi, dan dengan suara keras, sekeras ia mengumandangkan adzan tadi, ia mengumandangkan ‘saya salah…, saya salah…’. Orang-orang kampung sekitar masjid tercengang sejenak, lalu mendatangi masjid seraya memarahi sang pengumandang, ‘siapa kamu…, siapa kamu…’. Namun setelah dijelaskan duduk persoalannya, mereka jadi tertawa geli.


Sumber: wikipedia.org
Sumber contoh: fuadusfa4.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar